Proposal kegiatan mahasiswa dari mahasiswa umum (bukan dari EM)
Beberapa dekade pemerintahan mahasiswa, baik yang di dalam lingkup fakultas dan universitas yang disimbolkan dengan nama eksekutif mahasiswa selalu di kritisi sebagai simbol satu warna dari elemen mahasiswa. Hal ini memang dikarenakan pemilihan presiden mahasiswa berdasarkan sistem demokrasi. Siapa yang memiliki suara terbanyak akan menjadi pemenang dan yang memiliki suara dibawahnya harus bisa legowo. Inilah sistem pemerintahan yang dianut oleh negara kita. Hal ini membawa dampak positif dan negatif.
Dampak positifnya adalah memang hasil pemilihan presiden terbukti didukung oleh sebagian besar warga mahasiswa yang ada di lingkungan civitasnya. Atau mungkin didukung oleh sebagian komponen yang notabene berjumlah besar atau kurang lebih mampu mempengaruhi suara mahasiswa yang lain secara komunal. Intinya memang presiden yang terpilih harus mempunyai syarat yang terpenting, yakni diterima oleh sebagian besar mahasiswa di civitasnya. Meskipun kadang ada beberapa teman mahasiswa yang acuh tak acuh dengan pemilihan mahasiswa.
Dampak negatifnya adalah dengan adanya wacana satu warna yang ada maka akan menimbulkan kesenjangan dengan mahasiswa yang notabene ingin inklude dalam mengembangkan kegiatan kemahasiswaan ub mengalami kendala. Sebabnya kemungkinan adalah perbedaan ideologi atau kebijakan politik yang diambil. Oleh sebab itu, perlu adanya manajemen yang bagus supaya perbedaan yang ada tidak menjadi kendala yang berarti dalam mengembangkan kegiatan kemahasiswaan di ub.
Kemarin ketika tim korkom browsing, menemukan sebuah forum blog yang lagi rame – ramenya. Alias lagi naik ratingnya. Yakni bloggerub.com. forum tersebut merencanakan seminar blog. Ulasan yang diangkat adalah mengkampanyekan blog di wilayah malang terutama untuk mahasiswa ataupun lulusan atau civitas brawijaya supaya aktif ngeblog. Karena menurut admin bloggerub ngebog merupakan ranah publik yang membangun dan berpotensi digunakan sebagai media e-learning. Karena di blog tidak ada tulisan yang di mark up atau dilarang untuk diterbitkan. Para blogger mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan diri. Para blogger juga bisa berbagi dengan para blogger lain sesuai dengan ketertarikan di bidang masing – masing.
Nah, kalo begini. Mengapa aktivitas temen – temen di forum tersebut tidak difasilitasi oleh lembaga intra. Kan mereka juga membawa nama brawijaya. Gimana nih tanggapan teman – teman intra. Mungkin ini adalah salah satu even dan forum yang saya temui waktu browsing. Mungkin temen – temen yang lain juga mempunyai kreativitas yang sama. Mengapa hal tersebut tidak kita fasilitasi saja.
Beberapa hari yang lalu kompas juga mengulas tentang kreativitas anak bandung yang membentuk forum yang menampung kreativitas mereka. Ketimbang kreativitas disalurkan lewat saluran yang salah, kan mending ditampung.
Kami pemuda merdeka beramartabat
“Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar – benar berada dalam kerugian. Kecuali orang – orang yang berbuat dan mengerjakan kebenaran dan nasihat – menasihati tentang kebenaran dan sabar dalam mengerjakan kebenaran”.(Al-Ashr)
Segala yang terlanjur terjadi pada bangsa ini adalah sebuah peringatan dan teguran. Disinilah kita ditegur oleh Allah sebagai orang yang merugi. Agar semua tidak menjadi sebuah kerugian maka kita evaluasi dan mencari problem solving seperti yang diungkapkan pada ayat ketiga tersebut.
Pada tanggal 17 agustus 2008 yang akan datang adalah hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa Indonesia yang diwakili oleh putra terbaiknya Soekarno-Hatta memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka. Pada tanggal ini beragam aktivitas ditunjukkan oleh bangsa Indonesia untuk menunjukan kegembiraannya. Beragam lomba dan acara – acara di media elektronik dan media tulis dengan kreativitas masing – masing menunjukkan kegembiraan atas kemerdekaan yang diperoleh bangsa ini. Mulai dari konser band seperti coklat dengan lagu andalannya “Bendera” kerap kali dinyanyikan di momen ini. Dan berbagai kritikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka akan di paparkan dengan berbagai sudut pandang di media cetak manapun.
Tiada kata : tidak berhasil, tidak ada ungkapan perjuangan sia – sia dan tiada kata gugur sia – sia. Tetesan darah, keringat dan air mata serta jiwa raga para pejuang, para bapak dan ibu bangsa, para alim – ulama semuanya tertebus dengan kata “Kemerdekaan”. Ini lah yang patut kita syukuri, seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD’45 “Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah rahmat dari Allah SWT”.
Begitu besar pengorbanan nenek – nenek dan kakek – kakek moyang kita untuk Kemerdekaan. Begitu sayangnya mereka kepada generasi setelah mereka. Mereka tidak menginginkan kita merasakan beban penderitaan, sakit dan susahnya terjajah bangsa lain, seperti yang mereka rasakan. Dalam sebuah momen Soekarno dengan Kalimat bijaknya berseru kepada pemuda “Kutitipkan bangsa ini Padamu”.
Titipan dalam Islam adalah dimaknai sebagai amanah dan amanah dalam anutan kita adalah tanggungjawab. Diartikan bahwa anak muda tanah air yang merasakan kemerdekaan tidak hanya menanggung enak dan manisnya saja. Akan tetapi juga harus menjawab mau kemana bangsa ini mau dibawa. Mau diapakan amanah ini. Ditanggung atau dijawab, dikotori atau dijaga?!!
Tidak sedikit anak bangsa yang hanya menanggung enaknya saja. Berbagai momen politik, dengan melihat peluang yang ada mencari posisi untuk lezatnya bangku jabatan. Dan kadang hal tersebut dilakukan dengan menginjak kepala orang lain untuk berkarier. Apakah mereka lupa amanah pendahulu mereka. Apakah mereka lebih senang menari di atas penderitaan sodara sendiri. Apakah mereka ini yang menamakan diri mereka “bangsa yang berbudi luhur?”
Dalam sebuah koran memaparkan mengapa bangsa kita sangat sulit mencapai pembangunan manusia seutuhnya dan pemerataan pembangunan. Salah satunya adalah sulitnya mencapai stabilitas di segala bidang. Budaya menginjak kepala sodara sendiri untuk mengamankan posisi pribadi sudah menjadi budaya milenium saat ini. Apakah budaya tepo seliro, musyawarah dan gotong royong sudah tidak ada lagi. Apakah mungkin perlu merasakan arti penjajahan kembali untuk mengguyupkan bangsa ini. Padahal sering kali diadakan diskusi di berbagai acara tentang neokolonialisme. Yakni bentuk penjajahan baru. Tidak berupa penjajahan fisik, namun penjajahan pemikiran, budaya dan sendi – sendi etis masyarakat. Mampukah generasi muda kita menolak segala penjajahan budaya dan moral atau malah larut di dalamnya?!!!! Post u’r comment!!
chance
informasi menarik :
jadilah satu orang yang beruntung yang diberikan kesempatan dalam mencoba salah satu produk LG yakni : kesempatan dalam menggunakan HP LGKT610 selama 1 bulan.
HP ini memiliki fitur symbian S60; push email; Qwerty keypad; GPS function; full internet browsing; google aplication; HSDPA / 3,5 G
caranya hanya:
dengan mendaftarkan data diri pada www.tokolg.com dan bergabung pada komunitas LG nya!!
ini bukan salah satu blog yang mencoba mempromosikan produk LG,.. tapi cuma kasih informasi saja!!
Coba aja ga ada salahnya!!!
citizen journalism
Mungkin beberapa dari kita sudah tau apa yang disebut dengan citizen journalism itu. apabila diterjemahkan dalam arti yang sederhana, citizen journalis adalah orang/penduduk sipil yang memberikan ulasan berita menurut versi dia sendiri. hal ini sudah menjadi kebiasaan di negara – negara berkembang. namun di Indonesia, mungkin baru kemarin saya melihat ulasannya di berita jam 19.00 di Metro TV.
Yang menarik dari citizen journalis adalah mereka dapat memberikan kita ulasan berita yang mungkin tidak dapat terekam oleh pencari berita suatu media tertentu. hal ini memberikan manfaat bagi sang penikmat berita untuk menikmati berita up to date yang mungkin tidak terekam oleh wartawan. bagi si journalis sendiri memberikan kepuasan tersendiri untuk memberikan ulasan yang diambil dari sudut pandangnya. terkadang apresiasi masyarakat berita tidak lah selalu menyenangkan. namun kita dapat selalu belajar untuk menampilkan yang terbaik dari sisi kita. dari situlah mungkin kepuasan yang dapat diambil menjadi
seorang penulis.
Dalam sebuah buku yang berjudul an intelectual and cultural history of the western world yang ditulis oleh harry elmer barnes, menceritakan bahwa bagaimana masyarakat barat mempunyai kebiasaan dalam meneliti, terutama dari sisi arkeologi yang mempelajari kebudayaan di masa lalu. hal ini dilakukan untuk menceritakan bagaimana kebudayaan dunia seperti di mesir, babilonia terlahir menjadi besar dan kemudian hancur. hal ini penting sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar dari sejarah masa lalunya. kaitannya dalam dunia jurnalis adalah bagaimana seorang jurnalis mendokumentasikan hal – hal disekelilingnya. hal – hal yang terjadi di sekeliling kita adalah bukti dari peradapan yang sedang kita bangun. dari dokumentasi kita tersebut maka tiap penduduk di negri ini mampu menilai apakah ada perubahan yang sifatnya distruktif atau konstruktif sejak bangsa ini mendapatkan kemerdekaannya. bukti pengawalan kemerdekaan sampai pada reformasi oleh pemuda adalah menjadi bukti juga bahwa pemuda harus menjadi elemen dasar dalam jurnalistik.
Ada Udang di Balik Rempeyek
pada zaman modern ini kebutuhan akan listrik menjadi kebutuhan utama, seperti halnya kebutuhan akan BBM sebagai bahan bakar transportasi dan produksi. Namun, karena beberapa alasan tertenti Perusahaan Listrik Negara (PLN), tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Alhasil, seperti yang dilihat di pusat kegiatan omek (jalan Kerto) sering Byar-pet. hal ini menyebabkan beberapa kekesalan. mulai dari rusaknya komputer sampai pada kendala berlangsungnya kegiatan yang dipusatkan di komisariat atau komsatnya masing – masing. tentu ini menyebabkan warga lain (warga kampung) selain omek menjadi geram juga. karena alat – alat listrik mereka yang bahan bakar utamanya listrik (komputer, televisi, radio, rice cooker dll) menjadi terancam rusak karena sering semaput (pingsan).
“mau bagaimana lagi, lha wong memang keadaannya seperti ini, ya terpaksa nrimo saja” ujar fajar (salah satu mahasiswa ub yang tinggal di kerto).
Namun, ada fenomena yang patut kita syukuri juga. di beberapa kos – kosan cowok sekitar kerto yang sering aktif di kamar masing – masing (untuk PS an, maen komputer dll). ternyata efek mati lampu menyebabkan interaksi antar warga kamar di kos -kosan tersebut meningkat. mereka tidak keasyikan di kamar masing – masing. tapi, mulai berkomunikasi (cangkrukan) di luar kamar mereka. artinya mati lampu juga mendidik mereka untuk aktif berinteraksi sosial (lawan dari anti sosial). ya mungkin cangkrukan dimulai dengan hal yang tidak serius, tapi lama kelamaan mereka memasuki hal yang bermuatan positif. mulai dari materi kuliah yang di UAS kan sampai penggunaan materi kuliah pada saat di media praktisnya (kerjaan).
ini lah salah satu hal yang positif yang terjadi di kos – kosan putra. jadi apa pun bisa kita jadikan menjadi hal yang positif, tergantung dari cara pandang kita. kuncinya adalah OPEN MINDED aja!!.
DPR SETUJUI ANGKET BBM
Alhamdulillah, Demo yang dilakukan oleh HMI KORKOM UB kemarin (26/5/08) tidaklah sia – sia. Ternyata Demonstrasi yang tidak anarkis dan dijiwai niatan yang luhur dan mencerminkan jiwa mahasiswa yang murni menuai Hasil. Dari Mars dari Masjid Kota, Gedung DPRD Malang untuk meminta dukungan fraksi (dan berhasil mendapat dukungan dari fraksi PKB dan PDI) dan mengirimkan surat pernyataan penolakan BBM ke Istana Negara dan Gedung DPR/MPR Pusat lewat PT. POS INDONESIA. menuai hasil dengan di terimanya hak angket BBM DPR.
Dengan adanya hak angket yang telah disepakati. Maka DPR akan Segera membuat PANSUS (Panitia Khusus) atau Panitia Angket. Panitia ini mempunyai kewenangan yang sangat besar. Pekerjaan Panitia Angket tidak tertunda penutupan sidang atau pembubaran DPR, dapat me
manggil siapa saja, dan meminta keterangan yang dipanggil dengan dibawah sumpah.
Harapannya Panitia Khusus ini tidak memerlukan waktu yang lama atas pengambilan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak populis tersebut. Semakin Lama Panitia Khusus dibentuk dan bekerja maka akan semakin lama pula kebijakan kenaikan BBM akan semakin menekan rakyat. Rakyat tidak akan mampu menerima harga pokok produksi yang harus dibayar apabila pasar menginginkan tetap adanya penurunan nilai barang produksi. Namun, Masalahnya apakah Pansus dapat melaksanakan tugasnya nanti dengan semestinya? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?!! Bagaimana Independesinya?!!,..
BHPMN Sesuai Harapankah ?
Demi Mendapatkan kualitas pendidikan birokrasi pendidikan mencoba untuk mengawinkan konsep antara perusahaan dan lembaga pendidikan. harapannya dengan pengawinan tersebut mendapatkan manajemen yang lebih baik. lembaga pendidikan mampu menyentuh sektor – sektor sendi masyarakat sekitar. alhasil yang diharapkan adalah tetap pada kontribusi yang maksimal dari peranan lembaga pendidikan yang biasa menjadi sarang mahasiswa tersebut.
Namun ketika perguruan tinggi mencoba beralih menjadi BHPMN guna meningkatkan kualitas yang sudah ada, maka terbersitlah anggapan status ini menjadi sebuah momok bagi masyarakat, yang belum tentu menjadi kenyataan. Padahal, dengan status BHPMN (Badan Hukum Pendidikan Milik Negara), maka perguruan tinggi negeri tentunya tidak akan melupakan amanat yang sudah melekat didalamnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan, dengan perubahan status ini perguruan tinggi diharapkan akan mampu bersaing dengan perguruan tinggi swasta bahkan asing, dengan kebijakan penetapan biaya pendidikan disesuaikan dengan strata penghasilan orang tua mahasiswa.
sejauh manakah konsep yang terkesan baik di awal itu pelaksanaannya di lapangan. dengan status BHPMN apakah konsep keuangannya transparan dan bisa dievaluasi oleh masyarakat? Apakah Lulusan dari Perguruan tinggi yang bersangkutan mampu dipertanggungjawabkan sesuai dengan visi misi civitas akademika bersangkutan?
tentunya ini adalah tanggungjawab masyarakat untuk menjadi pengontrol. jangan sampai kita acuh tak acuh atas permasalahan tersebut. karena kualitas bangsa dan anak cucu kita ditentukan oleh kualitas pendidikannya.
Peran Perempuan dalam Membangun Masyarakat Religius
Bruce J. Cohen dalam karyanya yang berjudul “Introduction To Sociology” mendefinisikan peran sebagai berikut, “Setiap perilaku yang diharapkan (dinantikan) oleh pihak lain terhadap setiap pemilik kedudukan tertentu.”[viii] Berdasarkan definisi di atas, ketika kita berbicara tentang peran perempuan, berarti kita berbicara tentang harapan dan penantian orang lain terhadap perempuan. Dengan kata lain, berbicara tentang apa yang dapat dilakukan perempuan dengan status dan kedudukannya sebagai perempuan. Secara umum, peran perempuan (women’s role) dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok; peran yang dimainkan secara langsung (straight role), dan peran tidak langsung (no straight role). Yang dimaksud dengan peran secara langsung adalah peran yang secara langsung dilakukan oleh perempuan dan pengaruhnya langsung dapat dirasakan. Adapun peran secara tidak langsung adalah peran yang secara tidak langsung dilakukan perempuan, dan pengaruhnya pun dirasakan secara tidak langsung.
Dalam mewujudkan masyarakat religius, kita harus menilik kembali peran perempuan baik yang dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Peran yang secara langsung dapat langsung mempengaruhi dalam proses pembangunan sebuah tatanan masyarakat religius. Walau mungkin peran secara langsung kurang membantu dalam pembangunan sebuah masyarakat religius, akan tetapi lambat laun dan dengan berlalunya waktu, pengaruh tersebut akan dapat dirasakan. Peran yang utama adalah sebagai pendidik yang pertama interaksi dalam sebuah keluarga. dan hal ini akan menjadi pendidikan dasar bagi anak – anak kita.
Selain sekolah secara formal dan nonformal lainnya menjadi pembentuk pendidikan lebih pada faktor eksternalnya. namun, pendidikan dalam keluarga mampu menanamkan prespektif internalnya. mengenai kebaikan dan keburukan. pemilihan yang terbaik bagi dirinya. karena pada fase perkembangan balita sampai pada anak – anak pendidikan yang didapat oleh anak adalah lebih bersifat represif. yakni, pendidikan yang didapat dari yang lebih supreme (ahli). lebih pada peniruan atas prilaku sekitar. hal ini lah yang menyebabkan peran pendidikan perempuan menjadi penting. ketika mereka sudah menjadi orang tua (menjadi ibu), tentunya merekalah yang menjadi pendidik utama terhadap anak. mereka yang menjadi pusat perhatian dan menjadi objek untuk ditiru oleh anak2nya. untuk itu fungsi pendidikan oleh ibu sangatlah penting.
Kasus Gizi Buruk Muncul LAgi
KOMPAS.jum’at,20 Juni 2008
Kasus gizi buruk yang menimpa balita terjadi lagi. Temuan Kasus ini terjadi di Kalimantan Selatan dan Jakarta Utara.
Motifnya tetap pada masalah ekonomi keluarga dan kesadaran orang tua yang rendah akibat rendahnya pendidikan
serta rendahnya tenaga kerja kesehatan.
Kasus yang terjadi di Jakarta Utara adalah karena kekurangan ekonomi. Misalnya akibat kekurangan makanan, asupan gizi
untuk anak – anak menjadi berkurang. kualitas makanan pun buruk. Lingkungan yang jelek yang mengakibatkan penyakit. inilah
beberapa sebab yang dikemukakan oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Utara, Kamis (19/6). Kasus Gizi Buruk terjadi
secara akut ditandai dengan kenaikan berat badan anak yang tidak cukup selama beberapa bulan. Dan hal ini ditengarai dengan
penimbangan di posyandu. untuk itu 1.219 bayi dalam pemantauan untuk program perbaikan gizi. Sebanyak 788 anak balita diantaranya
kekurangan gizi dan sisanya menderita gizi buruk hingga ada yang harus dirawat di rumah sakit.
Kasus yang terjadi di Jakarta Utara masih untung fungsi dari posyandu masih berfungsi, di Kalimantan Kasusnya sangat berbeda.
Di Kalimantan tercatat pada bulan maret terdapat 14 kasus, pertengahan juli meningkat menjadi 95 kasus, dan 6
diantaranya meninggal. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosehan Adani melalui Subdinas Pelayanan Masyarakat
Rudiansyah, Kamis (19/6) di Banjarmasin, menyatakan kasus gizi buruk terjadi hampir merata di 13 Kabupaten/kota di
Kalimantan Selatan. Alhamdulillah sekarang, anak penderita gizi buruk telah mendapatkan makanan tambahan berupa bubur
instan, biskuit dan susu. Selain itu setiap keluarga diberikan uang sebesar Rp. 750.000 dari Pemerintah Provinsi Kalsel
untuk perbaikan gizi. Namun, yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah bahwa Menurut Rudiansyah, kesehatan
balita yang tidak terpantau adalah akibat dari 95 % tidak pernah dibawa ke posyandu. selain itu kesadaran masyarakat yang masih
rendah, ternyata 90 % dari orang tua ternyata hanyalah lulusan SD, bahkan ada yang tidak tamat.
Mahasiswa thp, gizi, kedokteran.. ayo apa solusi yang kita tawarkan?!!
khamim
masyarakat yang menanti hukum
Menanggapi artikel yang terdapat pada koran KOMPAS (22/6) yang menyatakan bahwa transformasi indonesia mengarah ke bangsa yang gagal harus ada penyikapan. Indikasi yang ditunjukkan adalah pernyataaan oleh MT Zen seorang guru besar geologi ITB menyatakan bahwa 100 tahun pasca kebangkitan nasional ternyata Indonesia semakin terpuruk di segala bidang terutama pada bidang kesejahteraan rakyat. Kekayaan Bangsa yang meliputi Sumberdaya Alam dan Manusia yang seharusnya menjadi modal sekarang menjadi alasan untuk perpecahan bangsa. Beliau menambahkan bahwa hal ini adalah pengaruh dari pembentukan karakter bangsa yang buruk. Pembentukan Karakter buruk terbentuk atas budaya yang buruk. Budaya korupsi, kultur kekerasan, kemunafikan, peminta – minta (kurang berusaha), individualistis hingga menurunnya kebanggaan atas bangsa sendiri. Akibatnya, Tidak hanya menyebabkan persatuan bangsa namun juga munculnya masalah sosial akibat tata sosial yang kurang baik.
Dari aspek politik, Zukri Saad, mengatakan kegagalan indonesia tercermin pada pelaksanaan pilkada yang tidak menyentuh esensi dan hanya bergerak pada sisi normatif saja. Hal ini disebabkan karena PILKADA sering disetir oleh kekuatan pemodal (uang/kapital).
Pendapat dari pengamat hukum, Achmad ALi, berpendapat, tata laksana berbangsa dan bernegara hendaknya diikuti oleh keneradaan tata aturan atau norma yang menunjang aspek berbangsa dan bernegara. ” Ubahlah mindset bangsa dari manusia yang menanti hukum menjadi manusia yang mencari hukum yang tepat bagi manusia”
Sebenarnya bagaimanakah pemberdayaan bangsa indonesia yang tepat? bagaimana karakter bangsa yang sesungguhnya? bagaimana pelaksanaan pilkada yang menyentuh sisi esensi? dan proses pencarian hukum manusia yang tepat? Ayo DIskusi!!!