DPR SETUJUI ANGKET BBM
Alhamdulillah, Demo yang dilakukan oleh HMI KORKOM UB kemarin (26/5/08) tidaklah sia – sia. Ternyata Demonstrasi yang tidak anarkis dan dijiwai niatan yang luhur dan mencerminkan jiwa mahasiswa yang murni menuai Hasil. Dari Mars dari Masjid Kota, Gedung DPRD Malang untuk meminta dukungan fraksi (dan berhasil mendapat dukungan dari fraksi PKB dan PDI) dan mengirimkan surat pernyataan penolakan BBM ke Istana Negara dan Gedung DPR/MPR Pusat lewat PT. POS INDONESIA. menuai hasil dengan di terimanya hak angket BBM DPR.
Dengan adanya hak angket yang telah disepakati. Maka DPR akan Segera membuat PANSUS (Panitia Khusus) atau Panitia Angket. Panitia ini mempunyai kewenangan yang sangat besar. Pekerjaan Panitia Angket tidak tertunda penutupan sidang atau pembubaran DPR, dapat me
manggil siapa saja, dan meminta keterangan yang dipanggil dengan dibawah sumpah.
Harapannya Panitia Khusus ini tidak memerlukan waktu yang lama atas pengambilan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak populis tersebut. Semakin Lama Panitia Khusus dibentuk dan bekerja maka akan semakin lama pula kebijakan kenaikan BBM akan semakin menekan rakyat. Rakyat tidak akan mampu menerima harga pokok produksi yang harus dibayar apabila pasar menginginkan tetap adanya penurunan nilai barang produksi. Namun, Masalahnya apakah Pansus dapat melaksanakan tugasnya nanti dengan semestinya? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?!! Bagaimana Independesinya?!!,..
BHPMN Sesuai Harapankah ?
Demi Mendapatkan kualitas pendidikan birokrasi pendidikan mencoba untuk mengawinkan konsep antara perusahaan dan lembaga pendidikan. harapannya dengan pengawinan tersebut mendapatkan manajemen yang lebih baik. lembaga pendidikan mampu menyentuh sektor – sektor sendi masyarakat sekitar. alhasil yang diharapkan adalah tetap pada kontribusi yang maksimal dari peranan lembaga pendidikan yang biasa menjadi sarang mahasiswa tersebut.
Namun ketika perguruan tinggi mencoba beralih menjadi BHPMN guna meningkatkan kualitas yang sudah ada, maka terbersitlah anggapan status ini menjadi sebuah momok bagi masyarakat, yang belum tentu menjadi kenyataan. Padahal, dengan status BHPMN (Badan Hukum Pendidikan Milik Negara), maka perguruan tinggi negeri tentunya tidak akan melupakan amanat yang sudah melekat didalamnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan, dengan perubahan status ini perguruan tinggi diharapkan akan mampu bersaing dengan perguruan tinggi swasta bahkan asing, dengan kebijakan penetapan biaya pendidikan disesuaikan dengan strata penghasilan orang tua mahasiswa.
sejauh manakah konsep yang terkesan baik di awal itu pelaksanaannya di lapangan. dengan status BHPMN apakah konsep keuangannya transparan dan bisa dievaluasi oleh masyarakat? Apakah Lulusan dari Perguruan tinggi yang bersangkutan mampu dipertanggungjawabkan sesuai dengan visi misi civitas akademika bersangkutan?
tentunya ini adalah tanggungjawab masyarakat untuk menjadi pengontrol. jangan sampai kita acuh tak acuh atas permasalahan tersebut. karena kualitas bangsa dan anak cucu kita ditentukan oleh kualitas pendidikannya.
Peran Perempuan dalam Membangun Masyarakat Religius
Bruce J. Cohen dalam karyanya yang berjudul “Introduction To Sociology” mendefinisikan peran sebagai berikut, “Setiap perilaku yang diharapkan (dinantikan) oleh pihak lain terhadap setiap pemilik kedudukan tertentu.”[viii] Berdasarkan definisi di atas, ketika kita berbicara tentang peran perempuan, berarti kita berbicara tentang harapan dan penantian orang lain terhadap perempuan. Dengan kata lain, berbicara tentang apa yang dapat dilakukan perempuan dengan status dan kedudukannya sebagai perempuan. Secara umum, peran perempuan (women’s role) dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok; peran yang dimainkan secara langsung (straight role), dan peran tidak langsung (no straight role). Yang dimaksud dengan peran secara langsung adalah peran yang secara langsung dilakukan oleh perempuan dan pengaruhnya langsung dapat dirasakan. Adapun peran secara tidak langsung adalah peran yang secara tidak langsung dilakukan perempuan, dan pengaruhnya pun dirasakan secara tidak langsung.
Dalam mewujudkan masyarakat religius, kita harus menilik kembali peran perempuan baik yang dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Peran yang secara langsung dapat langsung mempengaruhi dalam proses pembangunan sebuah tatanan masyarakat religius. Walau mungkin peran secara langsung kurang membantu dalam pembangunan sebuah masyarakat religius, akan tetapi lambat laun dan dengan berlalunya waktu, pengaruh tersebut akan dapat dirasakan. Peran yang utama adalah sebagai pendidik yang pertama interaksi dalam sebuah keluarga. dan hal ini akan menjadi pendidikan dasar bagi anak – anak kita.
Selain sekolah secara formal dan nonformal lainnya menjadi pembentuk pendidikan lebih pada faktor eksternalnya. namun, pendidikan dalam keluarga mampu menanamkan prespektif internalnya. mengenai kebaikan dan keburukan. pemilihan yang terbaik bagi dirinya. karena pada fase perkembangan balita sampai pada anak – anak pendidikan yang didapat oleh anak adalah lebih bersifat represif. yakni, pendidikan yang didapat dari yang lebih supreme (ahli). lebih pada peniruan atas prilaku sekitar. hal ini lah yang menyebabkan peran pendidikan perempuan menjadi penting. ketika mereka sudah menjadi orang tua (menjadi ibu), tentunya merekalah yang menjadi pendidik utama terhadap anak. mereka yang menjadi pusat perhatian dan menjadi objek untuk ditiru oleh anak2nya. untuk itu fungsi pendidikan oleh ibu sangatlah penting.
Kasus Gizi Buruk Muncul LAgi
KOMPAS.jum’at,20 Juni 2008
Kasus gizi buruk yang menimpa balita terjadi lagi. Temuan Kasus ini terjadi di Kalimantan Selatan dan Jakarta Utara.
Motifnya tetap pada masalah ekonomi keluarga dan kesadaran orang tua yang rendah akibat rendahnya pendidikan
serta rendahnya tenaga kerja kesehatan.
Kasus yang terjadi di Jakarta Utara adalah karena kekurangan ekonomi. Misalnya akibat kekurangan makanan, asupan gizi
untuk anak – anak menjadi berkurang. kualitas makanan pun buruk. Lingkungan yang jelek yang mengakibatkan penyakit. inilah
beberapa sebab yang dikemukakan oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Utara, Kamis (19/6). Kasus Gizi Buruk terjadi
secara akut ditandai dengan kenaikan berat badan anak yang tidak cukup selama beberapa bulan. Dan hal ini ditengarai dengan
penimbangan di posyandu. untuk itu 1.219 bayi dalam pemantauan untuk program perbaikan gizi. Sebanyak 788 anak balita diantaranya
kekurangan gizi dan sisanya menderita gizi buruk hingga ada yang harus dirawat di rumah sakit.
Kasus yang terjadi di Jakarta Utara masih untung fungsi dari posyandu masih berfungsi, di Kalimantan Kasusnya sangat berbeda.
Di Kalimantan tercatat pada bulan maret terdapat 14 kasus, pertengahan juli meningkat menjadi 95 kasus, dan 6
diantaranya meninggal. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosehan Adani melalui Subdinas Pelayanan Masyarakat
Rudiansyah, Kamis (19/6) di Banjarmasin, menyatakan kasus gizi buruk terjadi hampir merata di 13 Kabupaten/kota di
Kalimantan Selatan. Alhamdulillah sekarang, anak penderita gizi buruk telah mendapatkan makanan tambahan berupa bubur
instan, biskuit dan susu. Selain itu setiap keluarga diberikan uang sebesar Rp. 750.000 dari Pemerintah Provinsi Kalsel
untuk perbaikan gizi. Namun, yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah bahwa Menurut Rudiansyah, kesehatan
balita yang tidak terpantau adalah akibat dari 95 % tidak pernah dibawa ke posyandu. selain itu kesadaran masyarakat yang masih
rendah, ternyata 90 % dari orang tua ternyata hanyalah lulusan SD, bahkan ada yang tidak tamat.
Mahasiswa thp, gizi, kedokteran.. ayo apa solusi yang kita tawarkan?!!
khamim
masyarakat yang menanti hukum
Menanggapi artikel yang terdapat pada koran KOMPAS (22/6) yang menyatakan bahwa transformasi indonesia mengarah ke bangsa yang gagal harus ada penyikapan. Indikasi yang ditunjukkan adalah pernyataaan oleh MT Zen seorang guru besar geologi ITB menyatakan bahwa 100 tahun pasca kebangkitan nasional ternyata Indonesia semakin terpuruk di segala bidang terutama pada bidang kesejahteraan rakyat. Kekayaan Bangsa yang meliputi Sumberdaya Alam dan Manusia yang seharusnya menjadi modal sekarang menjadi alasan untuk perpecahan bangsa. Beliau menambahkan bahwa hal ini adalah pengaruh dari pembentukan karakter bangsa yang buruk. Pembentukan Karakter buruk terbentuk atas budaya yang buruk. Budaya korupsi, kultur kekerasan, kemunafikan, peminta – minta (kurang berusaha), individualistis hingga menurunnya kebanggaan atas bangsa sendiri. Akibatnya, Tidak hanya menyebabkan persatuan bangsa namun juga munculnya masalah sosial akibat tata sosial yang kurang baik.
Dari aspek politik, Zukri Saad, mengatakan kegagalan indonesia tercermin pada pelaksanaan pilkada yang tidak menyentuh esensi dan hanya bergerak pada sisi normatif saja. Hal ini disebabkan karena PILKADA sering disetir oleh kekuatan pemodal (uang/kapital).
Pendapat dari pengamat hukum, Achmad ALi, berpendapat, tata laksana berbangsa dan bernegara hendaknya diikuti oleh keneradaan tata aturan atau norma yang menunjang aspek berbangsa dan bernegara. ” Ubahlah mindset bangsa dari manusia yang menanti hukum menjadi manusia yang mencari hukum yang tepat bagi manusia”
Sebenarnya bagaimanakah pemberdayaan bangsa indonesia yang tepat? bagaimana karakter bangsa yang sesungguhnya? bagaimana pelaksanaan pilkada yang menyentuh sisi esensi? dan proses pencarian hukum manusia yang tepat? Ayo DIskusi!!!
Salam Perjuangan pemuda muslim UB
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, manusia yang paling layak ditauladani. Tak lupa pada keluarga dan saudara kita yang berpegang teguh di atas sunah dan jalan dakwahnya.
Sukses Sebuah Peradaban berada di tangan generasi muda. Mereka adalah sebuah potensi dahsyat yang siap Meledak sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Perjalanan Manusia akan dipenuhi cerita heroik para pemuda yang mampu mengubah sejarah. Mengubah tiran menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana. Mengubah derita dan sengsara menjadi aman, damai dan sejahtera.
Karena itu upaya mengubah masa depan harus dilakukan dengan melahirkan generasi muda yang cerdas daya pikirnya, kuat imannya dan memiliki kepribadian yang utuh. Hal tersebut hanya dapat dilakukan dengan mempertajam keilmuan dan keahlian serta ruang aktualisasi yang berprinsip pada iman, ilmu dan amal.
Melalui tulisan ini, HMI mengajak kawan – kawan untuk selalu menjaga ke Iman an, mempertajam ke Ilmu an dan memperluas Peng Amal an kita.
Semoga Allah Me ridho’i Segala Daya Upaya Kita, amin..