Peran Perempuan dalam Membangun Masyarakat Religius
Bruce J. Cohen dalam karyanya yang berjudul “Introduction To Sociology” mendefinisikan peran sebagai berikut, “Setiap perilaku yang diharapkan (dinantikan) oleh pihak lain terhadap setiap pemilik kedudukan tertentu.”[viii] Berdasarkan definisi di atas, ketika kita berbicara tentang peran perempuan, berarti kita berbicara tentang harapan dan penantian orang lain terhadap perempuan. Dengan kata lain, berbicara tentang apa yang dapat dilakukan perempuan dengan status dan kedudukannya sebagai perempuan. Secara umum, peran perempuan (women’s role) dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok; peran yang dimainkan secara langsung (straight role), dan peran tidak langsung (no straight role). Yang dimaksud dengan peran secara langsung adalah peran yang secara langsung dilakukan oleh perempuan dan pengaruhnya langsung dapat dirasakan. Adapun peran secara tidak langsung adalah peran yang secara tidak langsung dilakukan perempuan, dan pengaruhnya pun dirasakan secara tidak langsung.
Dalam mewujudkan masyarakat religius, kita harus menilik kembali peran perempuan baik yang dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Peran yang secara langsung dapat langsung mempengaruhi dalam proses pembangunan sebuah tatanan masyarakat religius. Walau mungkin peran secara langsung kurang membantu dalam pembangunan sebuah masyarakat religius, akan tetapi lambat laun dan dengan berlalunya waktu, pengaruh tersebut akan dapat dirasakan. Peran yang utama adalah sebagai pendidik yang pertama interaksi dalam sebuah keluarga. dan hal ini akan menjadi pendidikan dasar bagi anak – anak kita.
Selain sekolah secara formal dan nonformal lainnya menjadi pembentuk pendidikan lebih pada faktor eksternalnya. namun, pendidikan dalam keluarga mampu menanamkan prespektif internalnya. mengenai kebaikan dan keburukan. pemilihan yang terbaik bagi dirinya. karena pada fase perkembangan balita sampai pada anak – anak pendidikan yang didapat oleh anak adalah lebih bersifat represif. yakni, pendidikan yang didapat dari yang lebih supreme (ahli). lebih pada peniruan atas prilaku sekitar. hal ini lah yang menyebabkan peran pendidikan perempuan menjadi penting. ketika mereka sudah menjadi orang tua (menjadi ibu), tentunya merekalah yang menjadi pendidik utama terhadap anak. mereka yang menjadi pusat perhatian dan menjadi objek untuk ditiru oleh anak2nya. untuk itu fungsi pendidikan oleh ibu sangatlah penting.
HALIM SHAQIRI berkata,
Maret 6, 2009 pada 2:16 pm
GIPS