Ada Udang di Balik Rempeyek

Juli 1, 2008 at 6:00 am (OPINI)

pada zaman modern ini kebutuhan akan listrik menjadi kebutuhan utama, seperti halnya kebutuhan akan BBM sebagai bahan bakar transportasi dan produksi. Namun, karena beberapa alasan tertenti Perusahaan Listrik Negara (PLN), tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Alhasil, seperti yang dilihat di pusat kegiatan omek (jalan Kerto) sering Byar-pet. hal ini menyebabkan beberapa kekesalan. mulai dari rusaknya komputer sampai pada kendala berlangsungnya kegiatan yang dipusatkan di komisariat atau komsatnya masing – masing. tentu ini menyebabkan warga lain (warga kampung) selain omek menjadi geram juga. karena alat – alat listrik mereka yang bahan bakar utamanya listrik (komputer, televisi, radio, rice cooker dll) menjadi terancam rusak karena sering semaput (pingsan).

“mau bagaimana lagi, lha wong memang keadaannya seperti ini, ya terpaksa nrimo saja” ujar fajar (salah satu mahasiswa ub yang tinggal di kerto).
Namun, ada fenomena yang patut kita syukuri juga. di beberapa kos – kosan cowok sekitar kerto yang sering aktif di kamar masing – masing (untuk PS an, maen komputer dll). ternyata efek mati lampu menyebabkan interaksi antar warga kamar di kos -kosan tersebut meningkat. mereka tidak keasyikan di kamar masing – masing. tapi, mulai berkomunikasi (cangkrukan) di luar kamar mereka. artinya mati lampu juga mendidik mereka untuk aktif berinteraksi sosial (lawan dari anti sosial). ya mungkin cangkrukan dimulai dengan hal yang tidak serius, tapi lama kelamaan mereka memasuki hal yang bermuatan positif. mulai dari materi kuliah yang di UAS kan sampai penggunaan materi kuliah pada saat di media praktisnya (kerjaan).
ini lah salah satu hal yang positif yang terjadi di kos – kosan putra. jadi apa pun bisa kita jadikan menjadi hal yang positif, tergantung dari cara pandang kita. kuncinya adalah OPEN MINDED aja!!.

Tulis sebuah Komentar