Kasus Gizi Buruk Muncul LAgi

Juni 24, 2008 at 5:39 am (PANGAN dan PERTANIAN)

KOMPAS.jum’at,20 Juni 2008

Kasus gizi buruk yang menimpa balita terjadi lagi. Temuan Kasus ini terjadi di Kalimantan Selatan dan Jakarta Utara.
Motifnya tetap pada masalah ekonomi keluarga dan kesadaran orang tua yang rendah akibat rendahnya pendidikan
serta rendahnya tenaga kerja kesehatan.
Kasus yang terjadi di Jakarta Utara adalah karena kekurangan ekonomi. Misalnya akibat kekurangan makanan, asupan gizi
untuk anak – anak menjadi berkurang. kualitas makanan pun buruk. Lingkungan yang jelek yang mengakibatkan penyakit. inilah
beberapa sebab yang dikemukakan oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Utara, Kamis (19/6). Kasus Gizi Buruk terjadi
secara akut ditandai dengan kenaikan berat badan anak yang tidak cukup selama beberapa bulan. Dan hal ini ditengarai dengan
penimbangan di posyandu. untuk itu 1.219 bayi dalam pemantauan untuk program perbaikan gizi. Sebanyak 788 anak balita diantaranya
kekurangan gizi dan sisanya menderita gizi buruk hingga ada yang harus dirawat di rumah sakit.

Kasus yang terjadi di Jakarta Utara masih untung fungsi dari posyandu masih berfungsi, di Kalimantan Kasusnya sangat berbeda.
Di Kalimantan tercatat pada bulan maret terdapat 14 kasus, pertengahan juli meningkat menjadi 95 kasus, dan 6
diantaranya meninggal. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosehan Adani melalui Subdinas Pelayanan Masyarakat
Rudiansyah, Kamis (19/6) di Banjarmasin, menyatakan kasus gizi buruk terjadi hampir merata di 13 Kabupaten/kota di
Kalimantan Selatan. Alhamdulillah sekarang, anak penderita gizi buruk telah mendapatkan makanan tambahan berupa bubur
instan, biskuit dan susu. Selain itu setiap keluarga diberikan uang sebesar Rp. 750.000 dari Pemerintah Provinsi Kalsel
untuk perbaikan gizi. Namun, yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah bahwa Menurut Rudiansyah, kesehatan
balita yang tidak terpantau adalah akibat dari 95 % tidak pernah dibawa ke posyandu. selain itu kesadaran masyarakat yang masih
rendah, ternyata 90 % dari orang tua ternyata hanyalah lulusan SD, bahkan ada yang tidak tamat.

Mahasiswa thp, gizi, kedokteran.. ayo apa solusi yang kita tawarkan?!!

khamim

Permalink & Komentar